Alamak! 17 Anggota Polda Jabar Dipecat Gara-gara Narkoba

84
Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Ketua DPRD Agus Mulyadi dan perwira TNI AD duduk satu meja dengan Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat kunjungan kerja ke Mako Polres Sukabumi (Foto: MB.COM)

SUKABUMI, magnetberita.com – Polda Jawa Barat memberhentikan 17 personel karena terlibat narkoba selama 2017. Pemecatan itu merupakan bentuk komitmen pemberantasan dan penyalahgunaan narkoba yang saat ini di Indonesia sudah masuk status darurat.

“Tidak akan ada satupun pimpinan yang tega memecat bawahannya. Tapi lebih baik kehilangan 17 orang dari pada ribuan polisi baik lainnya tertular,” tegas Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto saat kunjungan kerja ke Mako Polres Sukabumi, Palabuhanratu, Jumat (12/1/2018).

Kapolda meminta semua pihak harus berkomitmen untuk memberantas narkoba. Masyarakat pun diimbau berani melaporkan jika di tempat tinggalnya terdapat pengedar maupun pengguna narkoba.

“Harus lebih kritis. Laporkan saja ke polisi bila melihat hal seperti itu. Jangan takut,” jelasnya.

Polri, lanjutnya, membutuhkan figur polisi yang tak hanya mampu mengajak masyarakat berkomitmen melawan narkoba. Tapi juga harus mampu mengajak masyarakat untuk ikut memberantas narkoba melalui berbagai cara.

“Setiap tahun lebih kurang lima ratus orang menjadi polisi di Jabar. Saya berharap dari jumlah itu ada 20 orang hingga 25 orang santri yang hafidz Alqur’an menjadi polisi tahun ini,” bebernya.

Dengan hadirnya polisi jebolan pondok pesantren, kata dia, diharapkan mampu mengajak masyarakat lebih dekat dengan agama melalui sentuhan lembut dan ilmu agama yang dimiliki. Sehingga lambat-laun masyarakat akan menjauh dari jeratan narkoba.

“Saya sudah instruksikan seluruh kapolres di Jabar untuk keliling ke sekolah dan juga ponpes. Jaring para santri yang hafidz Alqur’an untuk daftar menjadi polisi. Tentu saja dengan menempuh segala prosedur,” tandasnya.

Rep: Giri Trisna Martin | Editor: Andra Daryl Permana