Bawa Apache dan Blackhawk, Tentara Amerika Siap Tempur dengan TNI AD

439
Kasdivif 1/Kostrad Brigjen Joko Purwo Putranto sedang menyematkan brevet kepada tentara Us Army (Bhasir/MB.COM)

SUKABUMI, magnetberita.com – Sebanyak 732 pasukan TNI AD dan 342 tentara Amerika (US Army) akan melakukan latihan tempur bersama bertajuk Garuda Shield. Rencananya, latihan bakal digelar selama 22 hari mulai 18 sampai 29 September, di Puslatpur Cibenda, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Latihan bersama tersebut dibuka oleh Kasdivif 1/Kostrad, Brigjen TNI Joko Purwo Putranto, di Lapang Sepakbola Koptu Suma Batalyon Infanteri 310/Kidang Kancana, Desa/Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Senin (18/9/2017).

Sementara pasukan US Army sendiri diwakili Komandan Komando Pasukan ke-103, Hawaii Army National Guard, Col Roger T Pukahi.

Kasdivif 1/Kostrad Brigjen Joko Purwo Putranto menegaskan, latihan bersama Garuda Shield-11/2017 untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan pasukan sesuai modul pelatihan standar umum PBB.

Selain itu, kata dia, guna menjalin kerja sama antara militer dengan masyarakat melalui kegiatan karya bhakti. Termasuk meningkatkan hubungan kerja sama antara TNI AD dengan USARPAC. “Latihan bersama Garuda Shield ini akan memberikan pemahaman dan keseragaman sebagai pasukan pemulihan keamanan PBB. Terlebih, pengiriman pasukan oleh PBB ke beberapa negara yang tengah berkonflik diperlukan guna memelihara dan menjaga perdamaian dunia,” ungkapnya.

Bagi prajurit, jelas Joko, khususnya TNI AD memelihara perdamaian dunia merupakan tugas mulia sebagaimana amanat pembukaan UUD 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Dia mengatakan, pelaksanaan latihan bersama bukan hanya memantapkan profesionalisme prajurit, namun untuk meningkatkan semangat kebersamaan sehingga akan tercapai soliditas antarnegara dalam penyelenggaraan operasi perdamaian dunia. “Para prajurit akan memiliki wawasan, pandangan serta pemahaman sama terhadap prosedur dan mekanisme pengambilan keputusan oleh para komandan dalam merencanakan operasi. Nantinya mereka akan semakin memahami prosedur teknis penanganan di lapangan. Dengan begitu, standar prosedur tetap dan kualifikasi yang ditentukan PBB dapat terpenuhi,” katanya.

Baca Juga: Latihan Tempur TNI AD dengan US Army Berakhir

Joko mengingatkan penyelenggara latihan, para pelatih, pendukung dan peserta latihan agar melaksanakan tugasnya masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab, semangat dan dedikasi yang tinggi. “Khusus penyelenggara dan pelatih, saya minta agar dalam melaksanakan latihan harus realistis, cermat dan terarah sesuai metode, manajemen, skenario serta rencana latihan yang disiapkan tim perancang latihan,” tegasnya.

Komandan Komando Pasukan ke-103, Hawaii Army National Guard, Col Roger T Pukahi berharap latihan bersama ini dapat meningkatkan skill (keterampilan) para prajurit. “Lebih penting lagi, soliditas pasukan US Army dengan TNI AD harus terbangun berawal di sini (latihan bersama),” singkatnya.

Latihan kali ini melibatkan pasukan TNI AD dari unsur Yonif 303/SSM, Brigif 13/1 Kostrad dan Penerbad. Sedangkan US Army menurunkan pasukannya berasal dari United State Army Pacific (USARPAC) dan Divisi Infanteri ke-103 (103rd Infantry Division) serta US Army Aviation. Sementara alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang akan digunakan dalam latihan perang antara lain Helly Tempur MI 35 dan MI 17 milik TNI AD, serta Apache dan Blackhawk milik US Army.

Rep: Bhasir | Red: Herman Me’enk