Dandim: Pelaku Pasang Bendera Merah Putih Terbalik Ditangani Polisi

1235
Ilustrasi

PALABUHANRATU, magnetberita.com – Keributan antara pemilik bengkel pelangi motor, yakni kakak beradik Rajiun Sibarani dan James Sibarani dengan warga Kampung Jayanti, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, yang terjadi pada Senin, (22/8/2016) sekitar pukul 13.06 WIB, diduga berawal dari terbaliknya pemasangan bendera Merah Putih dan membuang umbul-umbul ke selokan.

Insiden itupun mendapat sorotan dari Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Kav. Guruh Prabowo Wirajati.

Guruh mengatakan, dua orang warga Medan yang diduga telah melakukan kesalahan terkait pemasangan bendera Merah Putih itu, sepenuhnya diserahkan ke pihak Polres Sukabumi.

“Ya, masalah itu sudah ditangani pihak kepolisian. Pasti nantinya ada keterangan resmi dari kepolisian terkait pelaku yang terlibat,” jelas Dandim saat dihubungi magnetberita.com, Selasa (23/8/2016).

Kejadian berawal, saat kakak beradik tersebut memasang bendera Merah Putih secara terbalik. Seorang warga, Deni Hidayat (30), warga Kampung Jayanti RT 02/04 Desa Jayanti melihat kesalahan pemasangan bendera itu. Ia pun menyampaikan kesalahan tersebut kepada Abdul Latief alias Unu (23), yang merupakan karyawan bengkel mobil Mayangsari yang tengah mencuci mobil. Atas inisiatifnya, Unu mengambil dan membawa bendera tersebut ke bengkel Mayangsari untuk dibetulkan. Namun saat bendera tersebut sedang dibetulkan, tiba-tiba pemilik bendera tersebut tidak terima dan mengambil bendera yang tadi dibetulkan.

Tak cukup sampai disitu, pemilik bendera itu marah dan terjadi perselisihan dengan mengatakan memasang bendera terserah dan suka-suka dirinya. Selanjutnya, pemilik bendera malah mencabuti umbul-umbul yang ada didepan bengkel Mayangsari dan membuangnya ke selokan. Akibat dari kejadian tersebut, karyawan bengkel Mayangsari tidak terima dan terjadi keributan hingga warga menyerang pelaku.

Kemudian amarah warga menjadi beringas karena kelakukan dua pelaku. Beruntung insiden tersebut dapat dikendalikan oleh anggota kepolisian dari Polres Sukabumi, Polsek Palabuhanratu dan Koramil Palabuhanratu. Sementara kedua pelaku dibawa ke Mapolres Sukabumi.

Menanggapi hal itu, Dandim tetap berbaik sangka. Menurut dia, mungkin awalnya pemilik bendera memang lupa atau salah pasang bendera. Lantaran terlanjur dongkol ada orang nyelonong mencabut benderanya, sehingga terjadilah perselisihan.

“Motif dan alasan pelaku akan diketahui usai pemeriksaan polisi. Kita tunggu saja hasilnya. Kesalahan pasang bendera bisa saja karena ketidaksengajaan atau lupa,” pungkasnya.

Andra Daryl
Editor: Herman Me’enk