Dicemari Limbah, Warga Desa Kertaraharja Protes Perusahaan Pengolah Batu Hijau

46
Kades Kertaraharja dan pemilik perusahaan pengolahan batu hijau berjabat tangan usai musyawarah (Foto: Ruslan/MB.COM)

SUKABUMI, magnetberita.com – Puluhan warga Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mendatangi kantor Desa Bojongraharja, Jumat (12/1/2018).

Mereka memprotes beroperasinya perusahaan pengolahan batu hijau di Desa Bojongraharja yang limbahnya tercemar ke Desa Kertaraharja.

Camat Cikembar Arief Solihin menjelaskan, kedatangan warga ke kantor Desa Bojongraharja sekaitan dugaan pembuangan limbah ke saluran air. Sumbernya berasal dari perusahaan pengolahan batu hijau di Desa Bojongraharja.

“Sebetulnya pabriknya ada di Desa Bojongraharja, tapi limbahnya mengalir ke kawasan Desa Kertaraharja,” ungkapnya.

Aksi berakhir dengan audiensi. Aparatur pemerintahan desa dan kecamatan setempat memfasilitasi pertemuan antara warga dan perusahaan. Dalam pertemuan itu warga mengajukan beberapa tuntutan yang akhirnya disanggupi pihak perusahaan.

“Perusahaan bersedia membangun tanggul penghalang limbah permanen. Pembangunannya akan dimulai Maret tahun ini. Pihak perusahaan juga akan memperbaiki terlebih dulu tanggul penghalang yang bocor sebelum tanggul permanen dibangun,” bebernya.

Kedua belah pihak sudah islah. Namun jika nanti masih ditemukan kebocoran pada tanggul, lanjut Arief, pihak perusahaan akan segera memperbaikinya.

“Warga juga menyanggupi untuk menjaga kondusifitas,” kata dia.

Pemilik perusahaan, Bagus Erwanto, mengaku siap memenuhi tuntutan warga soal kebocoran limbah.

“Ya kalau kebocoran kan kita tidak bisa hindari. Namanya juga bendungan dari tanah. Jangankan tanggul tanah, dari beton pun bisa bocor. Tapi itu semua akan diperbaiki dan dibangun tanggul permanen,” tukasnya.

Dia pun meminta seluruh warga agar selalu mengedepankan musyawarah untuk mufakat jika terjadi permasalahan. Dia mengaku perusahaan selalu membuka lebar-lebar pintu berdiskusi maupun pintu gerbang.

“Nanti jika kesepakatan sudah kita penuhi, kalau ada permasalahan bicarakan dengan musyawarah,” pungkasnya.

Rep: Ruslan Abdul Gandi | Red: Herman Me’enk