Dikonfirmasi Terkait Siswanya Tawuran, Kepsek SMK Yasipa Tak Respons

232
Ilustrasi (istimewa)

SUKABUMI, magnetberita.com – Empat pelajar yang ditahan di Mapolsek Palabuhanratu akibat tawuran, Rabu (3/1/2018) lalu, adalah siswa kelas XI SMK Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Yasipa yang beralamat di Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Hal itu dibenarkan oleh salah seorang pelaku tawuran, IS (17). “Iya saya sekolah di situ. Tawuran kemarin itu baru pertama kali saya lakukan,” akunya, Kamis (4/1/2018).

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, magnetberita.com mendatangi sekolah Yasipa. Namun, baik kepala sekolah maupun gurunya sedang tidak berada di tempat.

Salah satu guru senior, Sarif Dodi ketika dihubungi melalui sambungan telepon seluler (ponsel) mengaku tengah berada di Cikembar. Ia merekomendasikan untuk menghubungi kepala sekolah, Pepe Safe’i melalui nomor ponsel yang diberikannya kepada magnetberita.com.

“Coba ke pak kepsek. Nomornya nanti saya kirim lewat sms,” katanya dalam percakapan ditelepon.

Berbekal nomor ponsel kepala sekolah, magnetberita.com mencoba menghubunginya untuk konfirmasi langsung. Namun, beberapa kali ditelepon tidak direspons. Bahkan, pesan singkat yang dikirim magnetberita.com tidak mendapat balasan.

Sebelumnya diberitakan, empat pelajar yakni IS (17), RS (17), MAA (16), dan A (17), diamankan jajaran Polsek Palabuhanratu karena hendak tawuran di sekitar Pasar Semimodern Palabuhanratu sekitar pukul 14.00 WIB. Dari tangan pelajar, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sebilah pedang katana (samurai), satu unit sepeda motor matic, tiga buah tas, dan lima sachet obat batuk cair.

Rep: Andra Daryl Permana | Red: Herman Me’enk