Gila! Pelaku Penjual Miras Campur Biang Wiski dengan Thinner

345
BARANG BUKTI: Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, memperlihatkan barang bukti alat peracik minuman saat ekspose pengungkapan kasus miras oplosan di halaman Mako Polres Sukabumi, Palabuhanratu (Foto: MAGNET BERITA)

SUKABUMI, magnetberita.com – Pelaku peracik dan penjual miras oplosan di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mengaku mencampur minuman haram itu dengan thinner yang notabene digunakan sebagai zat pengencer cat.

Zat tersebut diduga telah merenggut nyawa enam warga dan membuat kritis sejumlah warga lainnya.

R, salah seorang pelaku, mengaku mencampur biang wiski dengan sejumlah racikan. Untuk dua liter biang wiski dicampur dengan tiga liter soda, minuman berenergi, minuman rasa buah, dan air putih. Campuran itu kemudian dimasukkan ke dalam jeriken berkapsitas 10 liter.

“Lalu diaduk dan ditutup dengan plastik kemudian ditunggu selama satu jam,” kata R di Mako Polres Sukabumi, Palabuhanratu, Selasa (10/4/2019).

R menjual miras oplosan hasil racikannya seharga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kantong plastik. Dengan modal Rp300 ribu, tersangka mendapatkan 20 kantong plastik miras oplosan siap edar.

GS alias Bento, pelaku lainnya, mengaku memasok biang wiski. Ia membeli biang wiski seharga Rp220 ribu per kantong plastik.

“Kemudian dijual kepada peracik seharga Rp250 ribu,” ucapnya.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, menegaskan keempat tersangka sengaja mencampur thinner dengan biang wiski.

“Minuman itu juga menggunakan etanol, alkohol, dan minuman bersoda. Lalu minuman itu dikemas menggunakan kantung plastik dan siap diedarkan” jelas Kapolres.

Campuran berbagai zat itu berdampak terhadap kondisi tubuh yang mengonsumsinya. Gejala umumnya yakni terasa panas pada sekujur tubuh.

“Serta mengalami sesak napas dan tubuh jadi lemas,” terangnya.

Reporter: Meidy Ardiansyah | Editor: Andra Daryl Permana