Kasus HIV/AIDS di Sukabumi Mengerikan

23
Sosialisasi program P2P gerakan masyarakat hidup sehat untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS (Foto: MB.COM)

SUKABUMI, magnetberita.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) kerja bareng Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan sosialisasi program Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) gerakan masyarakat hidup sehat untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Mengingat kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sukabumi sudah sangat mengerikan karena jumlah penderitanya selalu bertambah dari tahun ke tahun.

Sosialisasi ini melibatkan kader posyandu, tokoh masyarakat, dan komunitas pemuda. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Amazon, Jalan Raya Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (30/11/2017).

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Hendra Priatna mengatakan, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sukabumi  setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Oleh karena itu, lanjutnya, sosialisasi HIV/AIDS supaya bisa dipahami audien terhadap dampak negatif dan positif jika ada orang yang terjangkit penyakit mematikan ini.

Lihat: Penderita HIV/AIDS Dipastikan Tidak Mudah Menular

“Mereka yang terjangkit penyakit ini harus diselamatkan, pengobatannya harus rutin. Lebih penting lagi, jangan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS,” jelasnya.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi Asep Suherman menyatakan, jumlah penderita HIV/AIDS yang terdeteksi pada 2017 ini ada penambahan dibanding tahun lalu. Di mana tahun ini sebanyak 650 orang penderita, sementara pada 2016 hanya 590 orang yang positif HIV AIDS.

“Di hari HIV/AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember, kita akan gencar sosialisasi mengenai penyakit yang mematikan ini. Tapi dalam pencegahan penularan virus HIV/AIDS ini dibutuhkan kepedulian dari semua lapisan masyarakat,” tandasnya.

Rep: Renal/Gumelar/Ruslan