Kasus Stunting Masih Tinggi di Indonesia

82
BAHAS STUNTING: Kepala Desa Mangunjaya, Nedin (kiri), seusai mengikuti pembahasan kurang gizi pada anak yang disebabkan stunting yang digelar Kemendes PDTT dengan mengundang para kepala desa se-Indonesia (Foto: MAGNET BERITA)

SUKABUMI, magnetberita.com – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, menggelar pertemuan dengan para kepala desa se-Indonesia membahas permasalahan gizi buruk pada anak yang disebabkan stunting, di salah satu hotel di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Ribuan kepala desa se-nusantara yang diundang, Kabupaten Sukabumi diwakili oleh empat desa di antaranya Desa Mangunjaya Kecamatan Waluran, Desa Cidahu Kecamatan Cidahu, Desa Pondokkaso Tengah Kecamatan Parungkuda, dan Desa Kebonpedes Kecamatan Kebonpedes.

Kepala Desa Mangunjaya, Nedin, mengatakan pertemuan yang diinisiasi Kemendes PDTT membahas permasalahan stunting yang saat ini kasusnya masih cukup tinggi di Indonesia.

“Stunting adalah penyebab pertumbuhan anak menjadi terganggu karena kurang asupan gizi yang dibutuhkan tubuh ini jadi isu nasional. Kami sangat membutuhkan pengetahuan terkait kasus seperti ini,” ujar Nedin, kepada magnetberita.com.

Selama mengikuti pertemuan membahas gizi buruk pada anak, Nedin mengaku punya bekal pengetahuan ihwal cara mengenali dan menangani kasus stunting.

“Pemerintah mengundang para kepala desa se-Indonesia, mungkin juga didasari karena kasus stunting paling tinggi berada di daerah perdesaan. Tapi sejauh ini, kasus gizi buruk belum ditemukan di desa kami. Namun begitu, kami akan terus memantau ke tiap keluarga yang punya balita. Pengetahuan mengenai stunting ini sangat bermanfaat bagi kami untuk diterapkan di lapangan,” jelasnya.

Reporter: Fajar Hadiansah | Editor: Andra Daryl