Livi Zheng dan Menkominfo di Panggung Indonesia Human Capital Summit

81
Hari pertama The 2nd IHCS 2017 menghadirkan pembicara Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Sutradara Hollywood Livi Zheng, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, dan Dino Patti Djalal Duta Besar RI (2010-2013) (Foto: Ist)

JAKARTA, magnetberita.com – Hajatan terbesar para pegiat human capital di Indonesia, The 2nd Indonesia Human Capital Summit (IHCS) 2017, Kamis (9/11/2017), resmi dibuka oleh Herdy Harman, Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI) bersama para pengurus FHCI.

IHCS adalah kegiatan summit dan eksibisi yang diselenggarakan oleh FHCI, sebuah wadah bagi para pengelola human capital di lingkungan BUMN untuk saling berinteraksi, melakukan pembelajaran dan bersinergi demi kemajuan pengelolaan human capital di Indonesia. FHCI diinisiasi oleh Kementerian BUMN untuk membantu mewujudkan visi “BUMN Hadir Untuk Negeri”.

Hari pertama The 2nd IHCS 2017 telah menghadirkan beberapa pembicara ternama dari dalam dan luar negeri seperti Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Sutradara Hollywood Livi Zheng, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, dan Dino Patti Djalal Duta Besar RI (2010-2013).

Dalam kesempatan itu, Livi Zheng yang sudah merantau ke Beijing sejak usia 15 tahun, menitik beratkan bahwa kita harus selalu ingat pada akar kita. Asal usul kita adalah suatu identitas diri yang melekat dengan kita, dan ini adalah suatu kekuatan yang mungkin tidak kita sadari.

“Never forget where you came from, your roots are your strengths and inspirations.” ujar Livi Zheng yang baru saja meluncurkan karya barunya, film iklan berdurasi pendek, Life is Full of Suprises untuk BRI Life. Life is Full of Surprises mengkombinasikan bola api, cambuk api dan pencak silat dan dapat diihat di https://youtu.be/Ze0o6rSyEeg.

Lihat: Livi Zheng Dijadwalkan Jadi Pembicara di Dua Kementerian

Penyandang gelar Master jurusan Produksi Film dari University of Southern California ini bercerita pentingnya untuk bermimpi besar. Sejak kecil orang tuanya berkata bahwa untuk menjadi seseorang yang global dan internasional, sangat penting untuk pernah tinggal dan berinteraksi dengan orang lokal di negara-negara besar seperti Indonesia, Cina dan Amerika Serikat.

Sejak kecil Livi diajarkan untuk mandiri dan cepat beradaptasi, karena kemanapun kita pergi pasti kebudayaannya berbeda. Di Indonesia, contohnya Jawa Timur dan Jawa Barat, bahasa daerahnya berbeda, budayanya berbeda, apalagi kalau beda negara.

Livi yang baru saja berbicara di 2017 Annual Meetings of the World Bank Group and IMF bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut B. Panjaitan, dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyatakan ”As an Indonesian I am very honored to say that Bali will be hosting the 2018 Annual Meetings for the World Bank Group and IMF. Delegates from189 countries will be in Indonesia in 2018. “

Menurutnya Bali adalah contoh tempat yang cepat beradaptasi. Livi bercerita, “Waktu saya kecil ketika saya ke Bali banyak turis dari Australia, orang Bali belajar dan berbahasa Inggris. Beberapa tahun kemudian saya kembali ke Bali banyak turis dari Jepang, orang Bali belajar dan berbahasa Jepang. Sekarang di Bali banyak turis dari Cina, orang Bali belajar dan berbahasa Mandarin. We have to learn and adapt very quickly in this ever changing world.”

Livi menutup pidatonya dengan kata yang dipanutnya, “Miracles and success begin from faith. Remember that it’s okay to fail, it’s okay to get rejected, because you only need one yes to be successful”.

Adv/HM