Menteri Pariwisata Sebut Geopark Ciletuh sebagai ‘Kepingan Surga’

74
INDAH: Kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu yang sekarang ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark sangat indah dipandang mata (Foto: IST)

SUKABUMI, magnetberita.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut Geopark Ciletuh Palabuhanratu sebagai ‘kepingan surga’. Pernyataan itu merupakan ungkapan kekaguman melihat indahnya kawasan geopark di Kabupaten Sukabumi.

“Saya sudah melihat dan menikmati Ujunggenteng. Semua keindahan ada di sini. Sungguh luar biasa. Ini kepingan surga karunia Tuhan,” ungkapnya.

Arief mengaku dari awal sudah yakin Geopark Ciletuh Palabuhanratu akan ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Tiga unsur yang harus dipenuhi agar menjadi UGG yaitu geodiversity, biodiversity, dan culture diversity, semua sudah ada di geopark ini.

“Rumus destinasi kelas dunia adalah atraction, access, dan tourism resource. Saya lihat Geopark Ciletuh Palabuhanratu sudah memiliki itu dan kita harapkan akan menjadi UGG,” beber Arief.

Sementara itu UNESCO resmi menyematkan predikat Global Geopark bagi Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu (GNCP) Kabupaten Sukabumi. Pengesahan disampaikan dalam sidang Executive Board Unesco ke-204, Komisi Programme and External Relations, Kamis (12/4/2018) di Paris, Perancis. Selain Ciletuh, UNESCO juga mengesahkan 12 geopark lainnya dari 11 negara sebagai UGG.

“Ada 13 usulan geopark. Semuanya diterima tanpa perdebatan. Artinya, semua negara menyetujui kawasan GNCP sebagai UGG,” ujar General Manager Badan Pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, D Budiman, Selasa (17/4/2018).

Budiman menyebutkan alasan GNCP ditetapkan sebagai UGG karena memang sudah pantas. Awal Agustus 2017, GNCP sudah dinilai tim UNESCO. Predikat ini tentunya membawa Ciletuh menjadi destinasi wisata dunia.

“Potensinya juga sangat besar. Keindahan alamnya lengkap. Ada lanskap, gunung, air terjun, sawah, ladang, dan berujung di muara sungai ke laut. Makanya harus cepat dikembangkan agar bisa menghidupkan ekonomi masyarakatnya,” ujar Budiman.

Kawasan itu memiliki luas sekitar 126.100 hektare (126,1 kilometer persegi). Kawasan geopark meliputi delapan kecamatan dari Cisolok (Pantai Cibangban) sampai dengan Ciracap (Ujunggenteng). Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjadikannya semakin baik, serta dikenal dunia.

Reporter: Andra Daryl Permana | Editor: Herman Me’enk