Opang di Cianjur Kukuh Ojol Harus Dihapuskan

106
KONVOI: Ratusan pengendara ojek pangkalan berkonvoi menuju ke DPRD Kabupaten Cianjur saat aksi demo beberapa waktu lalu (Dok Foto)

CIANJUR, magnetberita.com – Ojek pangkalan (opang) keukeuh menuntut penghapusan aplikasi ojek online (ojol) di Kabupaten Cianjur. Pasalnya, hingga saat ini keberadaan ojol tidak ada izin operasional alias ilegal.

“Sudah jelas, izin operasional ojek online untuk wilayah Cianjur itu tidak ada.  Berarti mereka ilegal. Sudah selayaknya ojol ini dilarang untuk beroperasi di Cianjur,” tutur Ketua Paguyuban Motor Ojeg Cianjur (PMOC), Husen Saepuloh, saat dihubungi, Selasa (15/5/2018).

Pernyataan Husen bukan tanpa referensi dan konfirmasi. Dalam beberapa waktu lalu pernah mendatangi Kementerian Perhubungan di Jakarta. Diperoleh keterangan kalau aplikasi ojol belum ada izin operasional.

“Sudah jelas keterangan dari Kemenhub bahwa salah satu aplikasi ojek online yang ada di Cianjur saat ini belum ada izin operasional. Kalaupun ada itu baru di Sukabumi,” tegasnya.

Baca Juga: Diskominfotik Cianjur Segera Layangkan Rekomendasi Penutupan Aplikasi Transportasi Online

Kemenhub menyarankan agar Husen yang mewakili PMOC mendatangi Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat karena yang memiliki kewenangan teritorial menyikapi ojol.

“Sewaktu kami datang ke Dishub Jabar dibenarkan bahwa aplikasi ojol saat ini belum memiliki izin operasional. Solusinya diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur disesuaikan dengan kearifan lokal diperkuat dengan payung hukum berupa peraturan daerah (perda),” jelasnya.

Setelah cukup dengan keterangan dari Kemenhub dan Dishub Jabar, PMOC menuntut Pemkab Cianjur dalam hal ini bupati bersama DPRD Cianjur mengeluarkan perda tentang larangan adanya aplikasi ojek online di Kabupaten Cianjur.

“Selain tidak ada izin, mereka juga telah mematikan ojek pangkalan secara perlahan. Akan ada penambahan ribuan pengangguran yang awalnya sebagai ojek pangkalan akibat ojek online,” tandasnya.

Reporter: Mokh Ikhsan | Editor: Herman Me’enk