P2TP2A Kutuk Pelaku Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

155
Korban saat didatangi petugas kepolisian dan pegawai kecamatan di rumahnya (Foto: Ist)

SUKABUMI, magnetberita.com – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi mengutuk keras oknum guru ngaji berinisial DK (49) yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

DR (15), diduga dicabuli pelaku sudah beberapa kali dalam rentang waktu satu tahun hingga korban mengalami trauma dan merasakan sakit di bagian belakangnya. Pelecehan seksual itu dilakukannya di rumah pelaku.

Ketua Harian P2TP2A Kabupaten Sukabumi, Elis Nurbaeti mengatakan, pelecahan seksual yang dilakukan pelaku terhadap anak di bawah umur tidak bisa ditolerir.

“Kami mengecam keras atas perbuatan pelaku yang telah mencabuli DR,” ujarnya, kepada magnetberita.com, Selasa (5/12/2017).

Lihat: Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Diduga ‘Tembak’ Bagian Belakang Muridnya

P2TP2A, ungkap Elis, akan terus mengawal proses hukum kasus ini hingga sampai ke pengadilan. Termasuk menyambangi rumah korban untuk melakukan investigasi.

“Upaya itu untuk mengambil langkah dan tindakan ke depannya dalam melakukan pendampingan bagi korban. Kami juga akan melakukan mediasi dan pemulihan terhadap korban supaya tidak mengalami trauma yang mendalam. Ini adalah bagian dari tugas utama kami,” jelasnya.

Elis menegaskan, siapapun mereka yang tersangkut kasus pencabulan terhadap anak harus diganjar hukuman setimpal agar bisa membuat efek jera bagi pelakunya. Sebab selama ini, kasus pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Sukabumi kerap terjadi.

“Tujuanya supaya kasus serupa tidak terulang kembali. Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat terutama orangtua agar dapat menjaga dan memantau perkembangan anak setiap harinya,” imbaunya.

Rep: Ruslan Abdul Gani | Red: Herman Me’enk