Penanggulangan Stunting di Kabupaten Sukabumi jadi Bahasan Serius

30
SERIUS: Para peserta rakor advokasi penanganan stunting di salah satu hotel di Selabintana Kabupaten Sukabumi (Foto: Diskominfo dan Persandian)

SUKABUMI, magnetberita.com – Tingkat penyandang stunting di Kabupaten Sukabumi hingga tahun ini sekitar 37,6 persen dan kekurangan gizi sekitar 14,7 persen. Kondisi itu tentunya harus disikapi dengan upaya penanggulangan intensif.

“Saya sangat mengapresiasi diselenggarakannya rakor ini sehingga bisa mencari solusi upaya pencegahan stunting di Kabupaten Sukabumi untuk menyelamatkan generasi bangsa,” kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat membuka rakor advokasi penanggulangan stunting di Kabupaten Sukabumi di salah satu hotel di Selabintana, Jumat (8/6/2018).

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan asupan gizi kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.

Baca Juga: Kasus Stunting Masih Tinggi di Indonesia

Bupati mengharapkan kontribusi pemikiran dari para peserta rakor. Kontribusi itu sangat berharga untuk meningkatkan kualitas kesehatan di Kabupaten Sukabumi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Didi Supardi, menjelaskan stunting merupakan indikasi kurangnya asupan gizi dan masalah bersama.

“Baik secara kuantitas maupun kualitas yang tidak terpenuhi sejak bayi bahkan masih dalam kandungan,” tandasnya.

Reporter: Irwan Ridwan | Editor: Eddy Surya Wijaya