Peran Ulama Sangat Besar dalam Perumusan Pancasila

1236
Anggota DPR/MPR RI Reni Marlinawati saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kecamatan Cicurug (Foto: Ade Sutisna/MB.COM)

SUKABUMI (MB.COM) – Anggota DPR/MPR RI Fraksi PPP Hj Reni Marlinawati menilai Pancasila tak akan pernah terwujud jika dalam perumusan dan penyusunannya tidak ada peran dari para ulama maupun umat Islam.

“Peran ulama dan umat Islam sangat besar dalam perumusan lahirnya Pancasila waktu itu,” ujar Reni kepada magnetberita.com seusai menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Aula Kantor Kelurahan/Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (14/4/2017).

Menurut Reni, hal itu selaras dengan apa yang pernah disampaikan Ketua MUI Kecamatan Cicurug KH Asep, bahwa umat Islam tidak mungkin anti Pancasila, karena yang membuat dan merumuskannya adalah para ulama.

“Pak KH Asep paham betul terkait siapa saja yang merumuskan Pancasila itu. Karena beliau juga pernah mengikuti kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan di mana-mana,” katanya.

Reni memaparkan, ada sembilan orang yang menjadi tim perumus Pancasila sebagai dasar negara, di antaranya Soekarno, Mohammad Hatta, KH A Wahid Hasyim, Abdul Kahar Muzakkir, Abikusno Tjokrosujoso, H Agus Salim, Ahmad Subardjo, Muh. Yamin dan A.A. Maramis.

Dalam perumusannya, lanjut dia, sila pertama yang awalnya berbunyi ‘Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syari’at Islam bagi Pemeluknya’ diganti demi mengedepankan toleransi menjadi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’. Karena memang Indonesia memiliki keragaman suku, agama dan ras.

“Kata ‘Ketuhanan’ merupakan konsep yang dicetuskan oleh KH A Wahid Hasyim, putra pendiri NU KH M Hasyim Asy’ari yaitu ayah dari mantan Presiden Abdurahman Wahid atau Gusdur,” jelas politisi PPP dari daerah pemilihan Kota/Kabupaten Sukabumi ini.

Ia menambahkan, meskipun sila pertama diganti menjadi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’, tapi ada pesan yang tersampaikan. Yakni menggambarkan bangsa Indonesia yang mayoritas umat Islam meyakini adanya ke-tauhidan atau ke-esaan.

“Sesungguhnya yang anti Pancasila itu bukanlah umat Islam, tapi ada pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Mereka ingin menghancurkan umat Islam. Karena bagi umat Islam, ketika menerapkan Pancasila sama halnya menjalankan syari’at Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Rep: Ade Sutisna
Red: Herman Me’enk