Pihak Termohon Tak Hadir, Sidang Praperadilan di PN Cibadak Batal Digelar

68
PRAPERADILAN: Keluarga dan kuasa hukum mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka R (22) yang disangkakan menyebar berita hoaks soal PKI ke PN Cibadak (Foto: Ruslan Abdul Gandi/MB.COM)

SUKABUMI, magnetberita.com – Sidang praperadilan penetapan tersangka R (22) yang disangkakan menyebar berita hoaks soal PKI di Pengadilan Negeri Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Senin (19/3/2018) batal digelar. Pasalnya, pihak kepolisian sebagai termohon tidak hadir.

Kuasa hukum tersangka, Saleh Hidayat, mengatakan proses penangkapan, penahanan, serta penetapan yang dilakukan polisi terhadap kliennya tidak sah. Dalihnya, semua tahapan itu dilakukan dalam satu hari.

“Klien kami ditangkap dan ditetapkan tersangka begitu saja pada hari dan tanggal yang sama yakni 16 Februari,” kata Saleh.

Bahkan di hari yang sama, lanjut Soleh, kliennya langsung ditahan. Saleh menyimpulkan tidak adanya proses pemeriksaan terlebih dulu yang dilakukan pihak termohon (polisi).

“Acuan kami pasal 112 KUHAP. Jika tindak pidana masih bersifat dugaan, maka seharusnya ada pemanggilan dulu secara sah,” jelasnya.

Secara aturan hukum, ujar Saleh, mestinya maksimal dua kali berturut-turut pihak tersangka tak hadir dalam proses pemeriksaan, maka bisa ditangkap.

“Tapi ini kan tidak. Praperadilan bukan mengenai pokok perkaranya. Tapi mempersoalkan sah atau tidaknya proses penangkapan, penahanan, dan penetapan tersangka yang menurut kami itu tidak sah secara hukum karena tidak sesuai dengan ketentuan KUHAP,” pungkasnya.

Reporter: Ruslan Abdul Gandi | Editor: Herman Me’enk