Polres Sukabumi Mediasi Konflik di Perkebunan Tugu Cimenteng

174
TANDA TANGAN: Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, ikut menandatangani kesepakatan dalam rakor soal penyelesaian konflik di Perkebunan Tugu Cimenteng (Foto: MAGNET BERITA)

SUKABUMI, magnetberita.com – Polres Sukabumi memediasi konflik di Perkebunan Tugu Cimenteng yang berada di Kecamatan Simpenan dan Kecamatan Lengkong. Hasilnya yang dibahas dalam rapat koordonasi di Aula Kamil Hernawan Polres Sukabumi, Rabu (30/5/2018) itu mulai menemukan titik terang.

Permasalahan muncul setelah di lahan perkebunan seluas 1.893,716 hektare tersebut diduga digarap tanpa izin oleh para penambang yang mengatasnamakan Komunitas Penambang Sukabumi (KPS). Mereka diduga menambang di lahan seluas lima hektare. Namun pihak perkebunan menemukan kerusakan di lahan hampir seluas 50 hektare.

“Sebelumnya kami sudah menempuh langkah persuasif agar para penambang secara sadar mau keluar dari area perkebunan. Mereka tidak memiliki izin dari kami selaku pemilik hak guna usaha (HGU),” terang Manager Area Perkebunan Tugu Cimenteng, Heri Wahyudi.

Heri menjelaskan, langkah persuasif tersebut ternyata tidak membuahkan hasil. Sehingga pihak perusahaan terpaksa menempuh jalur hukum dengan melaporkan Koordinator KPS yakni Dede Kusdinar alias Oding ke Polres Sukabumi dengan laporan diduga telah melakukan penambangan ilegal sejak 13 Mei 2018 lalu.

“Sudah kami laporkan,” tuturnya.

Baca Juga: Tim Pengawas Segera Diturunkan ke Lokasi Pertambangan

Sementara itu, hasil rakor membuahkan keputusan. Oding dan rekan lainnya sanggup menghentikan aktivitas penambangan di kawasan tersebut terhitung mulai Selasa (30/5/2018) hingga Rabu (6/6/2018) mendatang.

“Kami (masyarakat) ingin patuh dan taat. Kami sanggup menghentikan seluruh aktivitas penambangan. Tapi kami berharap, pihak perkebunan memberikan izin. Apapun kesepakatannya akan kami penuhi. Yang penting tambang rakyat memiliki legalitas,” jelas Oding.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, menginginkan kedua belah pihak tetap menjaga komitmen masing-masing serta komunikasi agar masalah ini tidak kembali menyeruak ke permukaan.

“Komunikasi harus jalan. Kami tidak ingin jadi pemadam kebakaran. Jangan sampai terjadi ledakan di lapangan. Semua permasalahan harus selesai hari ini dan clear dalam batas waktu yang sudah ditentukan,” pungkasnya.

Rakor tersebut diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan antara pihak KPS yang diwakili Oding, Cecep Taryana, dan dua rekannya, dengan Fokompinda Kabupaten Sukabumi serta pihak Perkebunan Tugu Cimenteng yang bernaung di bawah PT Kaliduren Estate.

Reporter: Yadi | Editor: Andra Daryl Permana