Ramadan, Alun-alun Palabuhanratu Jadi Pusat Kuliner

138
RAMAI: Berbagai gerobak pedagang mulai memadati kawasan Alun-alun Palabuhanratu memasuki sore menjelang waktu buka puasa (Foto: MAGNET BERITA)

SUKABUMI, magnetberita.com – Kawasan Alun-alun Palabuhanratu berubah jadi semacam pusat jajanan serba ada (pujasera) saat Ramadan. Berbagai pedagang yang menjajakan beragam kuliner khas Ramadan tersebar di mana-mana. Tak ayal, menjelang petang, Alun-alun Palabuhanratu dijubeli masyarakat yang membeli kebutuhan berbuka puasa.

Berdasarkan taksiran, tak kurang setiap harinya hampir 500 pengunjung memadati tempat itu. Pedagang meluber hingga ke pinggir Jalan Raya Siliwangi di depan Pendopo Palabuhanratu.

“Di sini sudah menjadi tradisi setiap bulan Ramadan pasti dipenuhi penjual berbagai makanan dan minuman untuk berbuka puasa. Ini jarang ditemukan saat hari-hari biasa,” ujar Wildansyah (32), warga Cimapag, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Sabtu (19/5/2018).

Wildansyah menambahkan terdapat berbagai macam kue, kolak, dan penganan lainnya untuk berbuka puasa ada di tempat ini. Makanya tidak heran menjelang berbuka puasa, Alun-alun Palabuhanratu dipenuhi warga yang berburu makanan.

“Saya juga sering belanja makanan dan minuman di sini untuk berbuka Puasa. Tapi kadang juga berbuka puasa di sini bareng anak dan istri,” tuturnya.

Baca Juga: Ramadan, ‘Surganya’ Kuliner Jajanan Berbuka Puasa di Kota Sukabumi

Pembeli lainnya, Hj. Elis Nurhayati (50), asal Bojongkopo, Kecamatan Simpenan, mengaku sengaja datang ke Alun-alun Palabuhanratu membeli makanan untuk berbuka puasa. Sekaligus juga ngabuburit menunggu waktu datangnya buka puasa.

“Ya, lumayan jauh dari rumah ke sini. Ini mah sekalian ngabuburit saja dan mau beli es buah buat buka puasa,” ujar Elis.

Onasih, pedagang nasi rames dan bermacam gorengan, mengaku setiap hari masakan yang dijualnya laris-manis. Kadang pengunjung yang menjadi langganannya tak kebagian masakan yang dijualnya.

“Alhamdulilah masakan yang dijual tidak pernah sisa. Bulan puasa ini bulan penuh berkah bagi pedagang,” tandasnya.

Reporter: Meidy Ardiansyah | Editor: Herman Me’enk