Remaja Putri Ini Hampir 16 Tahun Menghabiskan Waktunya di Kasur

78
TAK BERDAYA: Adah, remaja putri asal Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur hampir 16 tahun menghabiskan waktunya di kasur karena diduga mengidap lumpuh layuh dan gizi buruk (Foto: MAGNET BERITA)

CIANJUR, magnetberita.com – Apen saban hari hanya bisa berdoa. Adah, anak semata wayang Apen yang sudah berusia 16 tahun tak berdaya. Warga Kampung Mayak Empang RT 01/04, Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, ini diduga mengidap lumpuh layu dan gizi buruk. Kondisi itu dialaminya hampir 16 tahun atau sejak usianya 8 bulan.

“Awalnya panas dan kejang-kejang. Sejak itu anak saya tak bisa apa-apa,” kata Apen, Senin (16/4/2018).

Adah adalah anak pasangan Apen dan Aisah. Apen bercerai dengan istrinya saat Adah berusia sekitar 1 tahun. Kini Apen sendirian mengurus anaknya. Mereka tinggal di rumah orangtua Apen.

“Saya sudah nggak bisa ke mana-mana. Setiap hari mengurus anak,” sebutnya.

Untuk memenuhi kebutuhan anaknya sehari-hari, Apen kerja serabutan. Upahnya sekitar Rp35 ribu hingga Rp40 ribu. Uangnya digunakan biaya sehari-hari. Relatif minimnya penghasilan membuat Apen tak sanggup membawa anaknya berobat ke dokter atau ke rumah sakit.

“Kadang nggak cukup. Makanya, jangankan buat berobat ke rumah sakit atau dokter, buat makan saja kami kekurangan,” ujar Apen.

Apen hanya bisa pasrah dengan kondisi kesehatan anaknya. Kalaupun ada uluran tangan yang mau membantu biaya pengobatan anaknya, Apen mengucapkan terima kasih.

“Kalau ada yang mau membantu, saya ucapkan terima kasih. Bantuan dari pemerintah juga kami sangat harapkan. Kalaupun tidak ada, saya hanya bisa pasrah saja. Hanya bisa berdoa semoga anak saya bisa segera sembuh dari penyakitnya,” tandasnya.

Reporter: Siti Robiyah | Editor: Herman Me’enk