Tak Bikin Status Ngeyel di Facebook, Warga Sukabumi Minta Perlindungan Polisi

2004
HS, saat berada di Mapolsek Nagrak untuk minta perlindungan polisi karena dituding mem-posting di Facebook bernada menantang warga Sukabumi (Foto: Ruslan/MB.COM)

SUKABUMI, magnetberita.com – HS, seorang warga Sukabumi mendatangi Mapolsek Nagrak Polres Sukabumi, Selasa (30/1/2018). Ia meminta perlimdungan polisi karena dituding mem-posting di Facebook bernada menantang warga Sukabumi. Padahal ia merasa tak pernah mem-posting apapun.

“Saya tidak pernah menulis status yang bernada menantang warga Sukabumi,” ungkap HS di Mapolsek Nagrak.

Postingan HS ramai di salah satu grup Facebook dengan nama Khuntet Heri. HS mengaku setahun lalu pernah membuat akun bernama Khuntet Heri.

“Tapi setelah handphone dijual, saya tak pernah lagi menggunakan akun itu,” jelasnya.

Lelaki yang sehari-hari berjualan burung di Jalan Raya Pamuruyan, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak itu, mengaku takut masalah postingan tersebut akan berbuntut panjang. Karena itu ia meminta perlindungan aparat kepolisian.

“Saya takut warga terprovoksi dengan status tersebut. Makanya saya meminta perlindungan polisi,” ujarnya.

Baca: Kapolres: Gunakan Medsos untuk Hal Positif

Kapolsek Nagrak AKP Parlan mengatakan, berita tersebut diduga hoax yang tidak bisa dipercaya kebenarannya. Menurut Parlan, berdasarkan pengakuan yang bersangkutan tidak pernah punya akun Facebook. HS pun kurang begitu memahami bermain Facebook.

“Memang dulu yang bersangkutan pernah dibuatkan akun Facebook oleh temannya sewaktu masih memiliki HP. Namun saat HP-nya dijual, yang bersangkutan tidak atau lupa menghapusnya,” bebernya.

Karena status dalam akun Facebook tersebut diduga bernada menantang dan takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lanjut Parlan, maka sementara ini yang bersangkutan diamankan dulu.

“Bukan diamankan jadi tersangka karena yang bersangkutan memang jujur tidak punya akun tersebut dan tidak paham tentang Facebook. Jadi demi menjaga keselamatan, yang bersangkutan sementara disuruh tidur di sini saja. Besok boleh pulang,” imbuhnya.

Parlan mengimbau bagi seluruh masyarakat agar bijak menggunakan media sosial.

“Sebelum update status harus bisa mem-filter dulu, layak atau tidak. Harus diketahui dulu kebenarannya,” pungkasnya.

Reporter: Ruslan Abdul Gandi | Editor: Herman Me’enk