Tiga Pelajar SMK dan SMP di Palabuhanratu Diciduk BNN

3414
Salah seorang pelajar yang diduga telah mengkonsumsi narkoba digring petugas BNN (Foto: Ist)

SUKABUMI, magnetberita.com – Tiga pelajar dari SMK dan SMP Mutiara Terpadu Palabuhanratu terjaring operasi gabungan dengan sandi Bersih Narkoba (Bersinar), Rabu (6/12/2017).

Mereka diamankan petugas gabungan operasi Bersinar di sebuah rumah kos-kosan yang beralamat di Gang Sawo, Kampung Cangehgar, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Masing-masing dari mereka ialah AR (17) dan TBN (17) pelajar kelas XII SMK Mutiara. Sedangkan satu lagi siswi SMP Mutiara Terpadu Palabuhanratu.

Operasi Bersinar melibatkan petugas gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sukabumi, Satnarkoba Polres Sukabumi, Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Satpol PP Kabupaten Sukabumi, dan petugas Imigrasi.

“Razia yang kami gelar kemarin itu dimulai sore hingga malam. Ketiga pelajar ini kami amankan di rumah kos-kosan. Mereka sudah dibawa ke Satnarkoba Polres Sukabumi untuk dimintai keterangan oleh penyidik,” terang Kepala BNN Kabupaten Sukabumi, AKBP Deni Yus Danial kepada magnetberita.com, Kamis (7/12/2017).

Menurutnya, satu dari tiga pelajar itu yakni AR dinyatakan positif memakai narkotika jenis THC golongan 1. Petugas juga mengamankan sisa barang bukti yang dipakai AR.

Lihat: BNN: Wilayah Pesisir Dijadikan Jalur Penyelundupan Narkotika

“Pencegahan dan pemberantasan narkotika ke semua lini adalah bentuk komitmen kita, termasuk di lingkungan pelajar,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Humas SMK Mutiara Palabuhanratu, Ronald Akbar mengaku kaget saat mendengar dua anak didiknya terlibat penyalahgunaan narkotika. Sebab, dua anak didiknya itu terutama AR tidak memperlihatkan perilaku dan perbuatan aneh ketika berada di lingkungan sekolah.

“Ya, nggak menyangka aja. Padahal, pihak sekolah dengan Satnarkoba Polres Sukabumi dan BNN sudah bekerja sama untuk selalu mengadakan razia rutin kepada para pelajar di sini,” jelasnya.

Ronald berdalih, AR dan dua lainnya diciduk petugas gabungan saat berada di luar jam sekolah. Dengan demikian, kasusnya bukan lagi menjadi tanggung jawab sekolah. Kendati begitu, pihak sekolah tidak akan lepas tangan terkait kasus yang menimpa anak didiknya tersebut.

“Sampai saat ini kami masih menunggu kabar dari penyidik. Khusus AR, kami akan berembuk dengan keluarganya untuk menentukan langkah selanjutnya,” ungkapnya.

Rep: Andra Daryl Permana | Red: Herman Me’enk