Tim Pora Kabupaten Sukabumi Sidak Tujuh Perusahaan di Parungkuda dan Cicurug

109
SIDAK: Tim Pengawasan Orang Asing Kabupaten Sukabumi melakukan sidak tenaga kerja asing ke sejumlah pabrik di Parungkuda dan Cicurug (Foto: DAVID/MAGNET BERITA)

SUKABUMI, magnetberita.com – Tim gabungan terpadu Pengawasan Orang Asing (Pora) di bawah koordinasi Kantor Imigrasi Klas II Sukabumi melakukan sidak ke sejumlah perusahaan (pabrik) di Kecamatan Parungkuda dan Cicurug, Selasa (15/5/2018). Targetnya menyasar tenaga kerja asing yang diduga melanggar keimigrasian.

“Pengawasan orang asing butuh kerja sama semua pihak. Makanya dibentuk Tim Pora. Di Kabupaten Sukabumi relatif cukup banyak perusahaan yang mempekerjakan warga asing. Kita bertugas mengawasi mereka untuk mencegah terjadinya dugaan pelanggaran keimigrasian,” kata Kepala Kantor Imigrasi Klas II Sukabumi, Hasrullah.

Sidak diawali sekitar pukul 11.15 WIB ke PT Nina Venus Indonesia I di Kecamatan Parungkuda. Selanjutnya bergeser ke PT Young Textile, PT SCI Starcom, PT HJ Busana, PT Amerta Indah Otsuka (Pocary Sweat) Cicurug, dan PT Shinhwa Bumi Cicurug.

Hasilnya, di PT Young Textile terdapat dua orang tenaga kerja asing kedapatan tak melaporkan izin Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKKT) ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Termasuk surat izin tinggal atau KTP orang asing tidak dilengkapi dengan alasan terbawa agen.

Baca Juga: Tenaga Kerja Asing yang Datang ke Kabupaten Sukabumi Sulit Dibendung

Di PT Shinwa terdapat tiga TKA dengan dokumen pribadi lengkap. Di PT HJ Busana, tim tidak bisa bertemu dengan HRD tanpa alasan yang jelas. Sehingga kantor imigrasi akan melayangkan surat panggilan. Sedangkan di PT Amerta Indah Otsuka (Pocari Sweat) tidak ditemukan WNA atau TKA.

Kasi Wasdakim Kantor Imigrasi Klas II Sukabumi, Arif, mengatakan pihak perusahaan atau pemilik penginapan wajib melaporkan secara online melalui aplikasi keberadaan orang asing.

“Kalau tidak melaporkan maka ada sanksinya dengan ancaman kurungan 3 bulan atau denda Rp25 juta sesuai UU Nomor 6 tahun 2011,” kata Arif.

Reporter: David | Editor: Herman Me’enk