Wow! 15 Persen Perempuan di Kabupaten Sukabumi Idap Kanker Serviks dan Payudara

60
DETEKSI DINI: Kabupaten Sukabumi rutin menyosialisasikan deteksi dini bahaya kanker serviks dan payudara kepada kaum perempuan (Foto: MAGNET BERITA)

SUKABUMI, magnetberita.com – Kanker serviks (leher rahim) dan kanker payudara masih menjadi momok penyakit menakutkan bagi kalangan kaum hawa. Pun di Kabupaten Sukabumi, jumlah penderita kanker serviks dan payudara relatif cukup banyak.

“Jumlahnya mencapai 15 persen dari populasi penduduk perempuan di Kabupaten Sukabumi,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Hendra Priatna, seusai kegiatan aksi massal deteksi dini kanker rahim dan payudara dengan metode IVA Test dan Clinical Breast Examination (CBE) di Puskesmas Palabuhanratu, Selasa (3/4/2018).

Metode IVA Rest atau IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) adalah pemeriksaan leher rahim dengan cara melihat langsung menggunakan mata telanjang leher rahim setelah memulas leher rahim dengan larutan asam asetat 3 hingga 5 persen.

Sedangkan CBE atau pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih, menjadi andalan dalam melakukan pemeriksaan dini terhadap kanker payudara.

“Kami terus berupaya menyosialisasikan langsung kepada masyarakat dan mendorong kaum hawa untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker serviks dan payudara. Jangan ada istilah malu atau takut demi kesehatan,” bebernya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukabumi, Yani Jatnika Marwan, mengaku terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menekan jumlah penderita penyakit tersebut.

“Sosialisasi menjadi senjata utama kami,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjutnya, IVA Test di Kabupaten Sukabumi telah menunjukkan prestasi. Bahkan Kabupaten Sukabumi akan mewakili Jawa Barat di tingkat nasional kategori teraktif bersosialisasi.

“Pada 5 April nanti semua laporan harus sudah masuk ke panitia tingkat nasional,” tandasnya.

Reporter: De Rado | Editor: Andra Daryl Permana